Indonesia | English
Login Anggota


Berita Terkini

TSHE masuk Kampus ...

Pada 12 dan 13 Februari yang lalu, Yayasan Dian Desa berkesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ...
Demo TSHE di Wulungsari, Wonosobo ...

Bekerjasama dengan para fasilitator pasar yang akan memasarkan tungku di wilayah program percontohan, ...
Launching Hasil Uji TSHE Tahap ...

Pada 23 November 2015 yang lalu, Direktorat Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan ...


Galeri



Video



Mitra Kami

Menuju Akses Universal Memasak Bersih Tanpa Polusi

2013-10-16 09:32:03

Merubah Peta Penggunaan Bahan Bakar Rumah Tangga 
Indonesia telah melakukanlangkah besar dalam menggerakkan masyarakatnya menuju solusi memasak bersih tanpa polusi. Berbagaiprogram yang telah dilaksanakan diberbagai pulau menunjukkan kondisi Negara Indonesia yang sangat beragambaik dari geografinya, budaya, dan juga cara-cara memasaknya. Untungnya ada program Pemerintah yang dengan sangat sukses melaksanakan Program Konversi Minyak Tanah ke LPG (2007 - 2012), dimana sekitar

30 juta rumah tangga, terutama di daerahurban, telah beralih ke LPG. Ada juga pasar khusus yang potential untuk biogas, yang terlihatdengan telah dibuatnya 10,000unit biogas di dae- rah perdesaan yang sesuai dengan kondisinya.Akan tetapi, dua- perlima dari total penduduk yaitu sekitar 24,5juta rumah tangga masih menggunakan bahan bakar biomassa tradisional, terutama kayu bakar, untuk memenuhi sebagian besar kebutuhanbahan bakar memasaknya. Hampirsetengah dari rumah tangga tersebut berdomisilidi pulau Jawa yang penduduknya memangsangat padat, sedangkansisa setengahnya tersebar terutama di propinsi-propinsi berpenghasilan lebih rendah dan daerah-daerah perdesaan dengan penduduk yang jarang atau tidak terlalu banyak (peta 1). Di banyak daerah perdesaan dan pinggiran kota, bahan bakar biomassa dapat diperoleh gratis dengan mencari dan mengumpulkan dari lingkungan sekitarnya atau kalaupun membeli harganya cukup murah. Tanpa adanya perubahan kebi- jakan yang jelas, jumlah rumah tanggayang memasak secara tradisional dengan bahan bakar biomassa akan tetap tinggi dan bahkanmungkin akan meningkat di daerah-daerah tertentu.

 
Mengurangi Resiko-Resiko Kesehatan yang Diakibatkan Oleh Kegiatan Memasak Dengan Bahan Bakar Biomassa
Setiap tahun, diperkirakan terjadi165.000 kematian dini di Indonesiayang terkait dengan Polusi udara di rumah tangga yaitu yang disebabkan oleh asap yang mengandung racun yang terjadi karena pembakaran tidak sempurna dari bahan bakarpadat.Bahan bakar padat yang digunakan untuk memasak di rumah tangga erat kaitannya dengan tingginya kejadianpenya- kit pernapasan, terutama dikalangan wanita dan anak-anakmereka yang masih kecil. Untuk beralih pada bahan bakar modern seperti LPG dan listrik yang merupakan bahan bakar yang terbaik untuk mengurangi polusi udara di rumah tangga-seringnya tidak terjangkau oleh masyarakat miskin. Sebetulnya emisi dapat dikurangi dengan membakarbahan bakar biomassa dengan menggunakan TSHE yang lebih baik atau lebih modern
 
 
 *untuk mendapatkan ulasan lengkap mengenai topik ini, silahkan daftar sebagai anggota disini


index >>