Indonesia | English
Login Anggota


Berita Terkini

TSHE masuk Kampus ...

Pada 12 dan 13 Februari yang lalu, Yayasan Dian Desa berkesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ...
Demo TSHE di Wulungsari, Wonosobo ...

Bekerjasama dengan para fasilitator pasar yang akan memasarkan tungku di wilayah program percontohan, ...
Launching Hasil Uji TSHE Tahap ...

Pada 23 November 2015 yang lalu, Direktorat Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan ...


Galeri



Video



Mitra Kami

Sumber Daya Biomassa:Potensi Energi Indonesia yang terabaikan

2014-07-01 12:33:23

   
Untuk mengantisipasi kelangkaan energy di Indonesia, pemerintah telah mendorong penggunaan energy baru dan terbarukan (EBT) yang potensinya sangat melimpah di Indonesia, tetapi penggunaannya belum optimal. Biomassa yang digunakan sebagai sumber energy (bahan bakar) di Indonesia pada umumnya, memiliki nilai ekonomis rendah, atau merupakan limbah yang telah diambil produk primernya. Biomassa tersebut dapat berasal dari tanaman, pepohonan, rumput, ubi, limbah pertanian,limbah hutan, tinja dan kotoran ternak. Potensi sumber daya biomassa di Indonesia diperkirakan sebanyak 49.810 MW, yang berasal dari tanaman dan limbah.   
Potensi besar biomassa yang ada untuk energy saat ini adalah limbah hasil perkebunan seperti kelapa sawit, kelapa dan tebu, serta limbah hasil hutan, seperti limbah gergajian dan limbah produksi kayu. Limbah tanaman pangan (pertanian) juga memiliki jumlah yang besar, tetapi sebagian besar telah digunakan oleh masyarakat untuk berbagai kepentinga (pertanian, energy, industri). Beberapa perusahaan melakukan ekspor limbah perkebunan seperti cangkang sawit, bungkil kelapa dan molase dari tebu. Sementara itu, tanaman yang mengandung pati dan gula masih digunakan untuk pangan. Beberapa industry besar telah mampu menciptakan energy listrik dari biomassa limbah dan digunakan untuk operasional perusahaan, sedangkan bentuk energy langsung (pembakaran langsung) juga telah dilakukan oleh banyak perusahaan kecil, menengah dan besar. 
   Produksi bahan bakar termasuk minyak nabati dari tanaman pangan tetapi belum diproduksi dalam skala besar. Tanaman kemiri sunan, nyamplungm jarak pagar, eceng gondok dan algae merupakan tanaman yang memiliki potensi tinggi untuk energy karena tidak bersinggungan dengan pangan, namun belum diproduksi skala masal. Limbah peternakan pada sebagian kota/kabupaten telah dimanfaatkan sebagai biogas skala rumah tangga, sedangkan sampah skala kota telah dimanfaatkan sebagai bahan baku energy listrik di Jakarta dan Denpasar. Ketersediaan biomassa sudah terkonsentrasi menurut geografis tetapi pemanfaatannya belum optimal. Kebijakan dan regulasi energy yang ada, seperti tentang izin dan harga energy belum mendukungpemanfaatan biomassa sebagai bahan baku energy secara optimal.


 

index >>