Indonesia | English
Login Anggota


Berita Terkini

TSHE masuk Kampus ...

Pada 12 dan 13 Februari yang lalu, Yayasan Dian Desa berkesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ...
Demo TSHE di Wulungsari, Wonosobo ...

Bekerjasama dengan para fasilitator pasar yang akan memasarkan tungku di wilayah program percontohan, ...
Launching Hasil Uji TSHE Tahap ...

Pada 23 November 2015 yang lalu, Direktorat Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan ...


Galeri



Video



Mitra Kami

Tingginya Pengguna Kayu Bakar, KESDM-Bank Dunia Kerjasama Kembangkan TSHE (Tungku Sehat dan Hemat Energi)

2015-02-10 14:02:49

Pengguna biomassa di Indonesia masih tinggi, hal ini didasarkan pada survei sosial ekonomi nasional tahun 2010 yang dilaksanakan oleh BPS (Badan Pusat Statistik),  yaitu sekitar 24,5 juta atau sekitar 40%  rumah tangga Indonesia masih menggunakan bahan bakar biomassa (kayu, bakar), pada umumnya adalah mereka yang tinggal di daerah perdesaan dan dari rumah tangga ekonomi lemah. Hal ini kemudian menjadi latarbelakang kerjasama antara Kementrian ESDM  dan Bank Dunia dalam program Indonesia CSI (Clean Stove initiative).
Inisiatif Tungku Sehat Hemat Energi (Clean Stove Initiative CSI) Indonesia merupakan upaya kolaboratif antara Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Indonesia, dengan Bank Dunia. Tujuannya adalah meningkatkan akses terhadap cara memasak dengan energi bersih dan efisien di Indonesia, dengan fokus pada 40% populasi yang masih mengandalkan biomassa tradisional untuk memasak.

Program ini terdiri dari 4 tahapan program dan saat ini telah berada pada tahapan kedua yaitu melaksanakan program percontohan (pilot program). Pilot program ini dilaksanakan di wilayah DIY dan Jateng. Program percontohan ini diluncurkan dengan tujuan untuk menguji coba pendekatan pembiayaan berbasis hasil (Results Based Financing - RBF) dan mengumpulkan pembelajaran untuk perluasan program secara nasional yang bertujuan mencapai akses universal terhadap cara memasak bersih tanpa polusi di Indonesia.
 
Awalnya, para produsen tungku baik dari Indonesia maupun dari beberapa negara lain mengirimkan tungku-tungku yang akan diikutkan pada program, kemudian tungku-tungku yang telah diajukan oleh pihak ketiga kemudian diuji di pusat pengujian tungku di Yayasan Dian Desa. Dari hasil pengujian, telah ada 5 tungku yang lulus uji dan siap untuk dipasarkan. Tungku-tungku ini nantinya akan dipasarkan di wilayah program percontohan oleh market aggregator. Beberapa pihak market aggregator telah diseleksi untuk memasarkan TSHE yang lulus uji di wilayah program percontohan.

Program ini menggunakan pendekatan pembiayaan berbasis hasil dimana insentif akan diberikan ketika telah ada hasil yang terverifikasi. Nantinya, para market aggregator akan mendistribusikan TSHE yang lulus uji kepada masyarakat di wilayah program, dan setelah terverifikasi, maka para market aggregator akan mendapatkan insentif, dimana besaran insentif yang diterima bergantung pada hasil uji TSHE yang dipasarkan. Diharapkan dengan pendekatan Pembiayaan Berbasis Hasil ini dapat menciptakan rantai pasokan yang berkesinambungan untuk TSHE.
 
 

index >>