Indonesia | English
Login Anggota


Berita Terkini

TSHE masuk Kampus ...

Pada 12 dan 13 Februari yang lalu, Yayasan Dian Desa berkesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ...
Demo TSHE di Wulungsari, Wonosobo ...

Bekerjasama dengan para fasilitator pasar yang akan memasarkan tungku di wilayah program percontohan, ...
Launching Hasil Uji TSHE Tahap ...

Pada 23 November 2015 yang lalu, Direktorat Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan ...


Galeri



Video



Mitra Kami

Profil Pelaku Pasar: PT. Ditana Energy Solutions

2015-11-16 14:05:38

PT. Ditana Energy Solution  adalah salah satu Market Aggregator (MA) atau Pelaku Pasar yang terpilih dalam program Inisiatif TSHE Indonesia, program yang merupakan inisiatif Bank Dunia bekerja sama dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Program ini bertujuan untuk mempromosikan pentingnya penggunaan TSHE bagi masyarakat. Saat ini program berada dalam fase program percontohan dengan wilayah sasaran meliputi Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Dari tujuh TSHE yang lulus uji, Ditana mendistribusikan 3 THSE antara lain kompor prime kayu, kompor perime pellet dan kompor prime pellet besar. Saat ini, Ditana memfokuskan untuk menjual kompor prime kayu mengingat bahan bakar kayu adalah bahan bakar yang mudah didapatkan dan tersedia di masyarakat. Melalui program ini, Ditana bertujuan untuk menjual 4,000 unit Kompor Prime di Jawa Tengah sebagai daerah percontohan TSHE. Hal ini akan dicapai melalui perekrutan agen-agen penjualan baik individu maupun kelompok formal dan informal. 

PT. Ditana Energy Solutions (Ditana) didirikan pada tahun 2014, adalah perusahaan PT PMA yang baru, salah satu anak perusahaan Differ, sebuah perusahaan investor dari Norwegia di bidang energi terbarukan dan efisiensi energi. Ditana menjual Kompor Prime, kompor yang diproduksi dan dijual secara global oleh Prime Cookstoves, salah satu anak perusahaan Differ lainnya. Kompor Prime adalah kompor biomassa yang hemat energi, jika dibandingkan dengan cara memasak tradisional, dapat menghemat bahan bakar; mengurangi pengeluaran dan menghemat waktu rumah tangga dalam memenuhi kebutuhan energi untuk memasak; menurunkan dampak negatif dari pencemaran udara dalam ruang, dan mengurangi emisi gas rumah kaca global dari penebangan hutan dan karbon hitam. 
 
Berikut wawancara dengan Lincoln Rajali Sitohang, Ditana Bussiness Development Manager

A: Apa tujuan Ditana terlibat dalam program Inisiatif TSHE Indonesia?

D: Insentif yang diperoleh dari program Inisiatif TSHE Indonesia akan membantu Ditana untuk mengurangi beban investasi awal dan membantu memperluas dan meningkatkan kegiatan usahanya di Indonesia. Seperti yang kita ketahui, Inisiatif TSHE Indonesia merupakan kolaborasi antara Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bank Duni dan organisasi pendukung lainnya, Ditana akan mendapatkan keuntungan dari aktifitas promosi  dan jaringan yang disediakan oleh Inisiatif TSHE Indonesia.

A: Manfaat apa diperoleh oleh kelompok masyarakat yang terlibat dalam kegiatan Ditana?

D: Di Jawa Tengah, Ditana utamanya bekerja dengan individu-individu yang direkrut sebagai agen penjualan untuk menjual TSHE ke rumahtangga. Ditana menyediakan pelatihan dalam menggunakan dan merawat TSHE serta dukungan penjualan dan pemasaran. Kerjasama antara Ditana dan partnernya tidak hanya menyediakan anggota masyarakat akses pada Tungku sehat dan hemat energi untuk menggantikan tungku tiga batu atau tungku tradisional tetapi juga menciptakan kesempatan lapangan usaha baru yang mampu meningkatkan pendapatan mereka dan meningkatkan kehidupannya.

A: Bagaimana kriteria standarisasi akan TSHE mempengaruhi kegiatan pendistribusian Ditana ?

D: Kriteria standarisasi TSHE oleh pemerintah telah memberikan pemahaman yang baru bagi pembeli mengenai manfaat kompor prime dari segi kesehatan dan menumbuhkan kepercayaan pembeli terhadap kompor tersebut. Hal ini membuat pendisitribusian kompor lebih mudah dibandingkan dengan kompor lainnya yang belum mendapatakan sertifikat lulus uji dari pemerintah. Kriteria standarisasi dari pemerintah juga berdampak positif bagi produsen kompor prime, yakni Prime Cookstoves mengingat meningkatnya permintaan lokal sehingga meningkatkan volume produksi sehingga meningkatkan skala produksi yang pada akhirnya akan mengurangi harga jual ke masyarakat.

A: Menurut Anda, bagaimana program ini akan berjalan di masa depan?

D: Saat ini, Inisiatif TSHE Indonesia hanya diimplementasikan di wilayah Jawa Tengah dan DI Yogyakarta dimana sebagian besar masyarakat memiliki akses pada LPG 3kg bersubsidi. Akan tetapi, masih banyak rumah tangga di luar Jawa yang masih menggunakan tungku tiga batu atau tungku tradisional untuk memasak dan memiliki akses yang terbatas pada LPG 3kg bersubsidi. Dengan adanya rencana pemerintah untuk membatasi LPG 3kg hanya untuk rumahtangga miskin tertentu, Ditana melihat bahwa program ini akan sangat bermanfaat tidak hanya di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, tetapi juga wilayah-wilayah lain diluar dua propinsi ini dimana TSHE sangat dibutuhkan.

 



index >>