Indonesia | English
Login Anggota


Berita Terkini

TSHE masuk Kampus ...

Pada 12 dan 13 Februari yang lalu, Yayasan Dian Desa berkesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan ...
Demo TSHE di Wulungsari, Wonosobo ...

Bekerjasama dengan para fasilitator pasar yang akan memasarkan tungku di wilayah program percontohan, ...
Launching Hasil Uji TSHE Tahap ...

Pada 23 November 2015 yang lalu, Direktorat Bioenergi Direktorat Jenderal Energi Baru dan Terbarukan ...


Galeri



Video



Mitra Kami

Profil Pelaku Pasar: Kopernik

2015-11-16 11:34:57

Dalam program Inisiatif TSHE Indonesia, Kopernik bertindak sebagai salah satu dari enam pelaku pasar yang ikut mempromosikan penggunaan TSHE ke masyarakat.. Market aggregator adalah  adalah setiap organisasi, lokal atau internasional, sektor swasta atau nirlaba yang berkontribusi untuk penjualan dan distribusi kompor biomassa bersih di Indonesia (dengan fokus eksklusif di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta selama fase program percontohan).

Kopernik didirikan oleh Toshi Nakamura dan Ewa Wojkowska pada tahun 2010, mereka menyadari bahwa keberadaan teknologi-teknologi sederhana tersebut belum menjangkau masyarakat terpencil yang sangat membutuhkannya. (sebagai contoh tungku biomassa sehat yang lebih rendah polusi dan berbahan bakar kayu sudah tersedia akan tetapi masih ada sekitar 24,5 juta orang yang memasak menggunakan tungku tradisional ). Mereka ingin menjembatani celah ini.  

Kopernik diambil dari nama Nicolaus Copernicus, tokoh yang berhasil mengubah cara pandang orang terhadap dunia. Seperti Copernicus, Kopernik ingin menjadi katalisator perubahan. Kopernik adalah sebuah lembaga non-profit yang bertujuan untuk mengurangi kemiskinan dengan menghubungkan teknologi sederhana tepat guna dengan masyarakat di daerah terpencil untuk mengurangi kemiskinan, Kopernik juga memberikan akses kepada para stakeholdernya pada kesempatan-kesempatan baru dan skill untuk memperkuat dan memberdayakan rantai suplai.

Kopernik melakukan distribusi teknologi dengan memadukan pendekatan filantropis dan bisnis yang seimbang. Donasi dari donor digunakan untuk membiayai pengiriman teknologi ke masyarakat terpencil yang harus dibayarkan di muka. Ketika produk sudah terjual, Kopernik melakukan investasi ulang untuk mendistribusikan lebih banyak teknologi. Beberapa proyek yang telah dilaksanakan oleh Kopernik antara lain, memperkenalkan peralatan edukasi kepada para guru dan murid di Bali, Kalimantan dan Sulawesi Tengah, menyediakan bantuan darurat berupa air bersih dan penerangan yang aman pasca erupsi Gunung Sinabung di Sumatera Utara, dan menghubungkan lampu tenaga surya pada keluarga-keluarga di wilayah Papua yang tidak memiliki akses pada penerangan di malam hari. Hingga saat ini, mereka telah menjangkau 24 negara dan melayani lebih dari 300.204 orang

Dalam program Inisiatif TSHE Indonesia, Kopernik telah menjangkau wilayah-wilayah terpencil di sekitar Jawa Tengah dan DI Yogyakarta. Di wilayah Jawa Tengah, Kopernik menjangkau wilayah Banyumas, Wonosobo dan Solo. Sedangkan di Wilayah DI Yogyakarta, Kopernik telah berhasil mendistribusikan TSHE di wilayah Gunungkidul. Di setiap wilayah, Kopernik memiliki agen-agen teknologi yang akan membantu mempromosikan TSHE dalam rangka mengurangi resiko-resiko kesehatan yang diakibatkan oleh penggunaan tungku tradisional.

Berikut wawancara kami dengan pihak Kopernik:

A: Apa tujuan Kopernik terlibat dalam program Inisiatif TSHE Indonesia?

K: Melalui program Inisiatif TSHE Indonesia, Kopernik tertarik untuk menguji coba model Pembiayaan Berbasis Hasil (PBH) sekaligus memperluas akses masyarakat Indonesia pada TSHE (Tungku Sehat Hemat Energi)

A: Manfaat apa diperoleh oleh kelompok masyarakat yang terlibat dalam proyek Kopernik?

K: Kopernik telah menjangkau lebih dari 300.000 orang dengan teknologi yang merubah kehidupan, termasuk TSHE, penyaring air dan lampu tenaga surya. Menyediakan teknologi ramah lingkungan di wilayah terpencil memberikan dampak yang besar pada hidup orang banyak, seperti: menghemat waktu dan uang, meningkatkan kesehatan dan keamanan dan mengurangi tekanan pada lingkungan. Memberdayakan agen-agen kami untuk memasarkan teknologi yang dapat memberikan manfaat yang besar ini serta meningkatkan penghasilan mereka di wilayah-wilayah dimana kesempatan sangat terbatas.

A: Apakah keterlibatan Yayasan Dian Desa memberikan dampak tertentu dalam kegiatan Kopernik?

K: Pengujian tungku-tungku di laboratorium dan mempublikasikan hasilnya ke khalayak luas telah sangat membantu program kami dimana kami dapat menunjukkan kepada partner dan konsumen kami bahwa tungku-tungku yang kami distribusikan sudah sesuai dengan standar tertentu.

A: Menurut Anda, bagaimana program ini akan berjalan di masa depan?

K: Memperluas jangkauan ke bagian  lain di Indonesia adalah hal yang penting agar dapat  menjangkau wilayah-wilayah yang sangat membutuhkan TSHE.



index >>